Perbedaan Malaria dan Demam Berdarah

Persamaan malaria dan demam berdarah adalah keduanya disebabkan oleh nyamuk.

Makan Menggunakan Tangan atau Sendok?

Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menyantap makanan.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, July 25, 2013

Perbandingan Mesin Xenia dan Ertiga


Varian segmen mobil keluarga sangat banyak. Tiap produsen mobil juga berlomba-lomba menghadirkan produk terbaik. Banyak kesamaan masing-masing mobil. Tapi tetap ada perbedaannya. Salah satunya antara Daihatsu Xenia dan Suzuki Ertiga yang sedang 'berlomba' menjadi ikon setelah Toyota Avanza.  Daihatsu Xenia dan Suzuki Ertiga memiliki mesin yang sedikit berbeda.

Xenia hadir dengan varian mesin lebih kecil yakni mulai 1.000 cc sampai 1.300 cc. Mesin Xenia memiliki tenaga sampai 63 ps untuk mesin 1.000 cc 3 silinder dan 92 ps untuk mesin 1.300 cc 4 silinder

Suzuki Ertiga memiliki mesin bertenaga sampai 95 Ps pada 6.000 RPM dan torsi 130 Nm pada 4.000 RPM lumayan responsif. Akselerasi awal lumayan cepat. Perpindahan gigi 1,2,3,4,5 sangat lembut dan tidak ada hentakan.

Nah, yang pasti dengan kapasitas mesin seperti itu, baik Xenia maupun Ertiga mempunyai kelebihan masing-masing. Tinggal nanti konsumen menjatuhkan pilihan yang sesuai dengan keinginan dan juga tentunya "penawaran" dari produsennya.




Tuesday, February 26, 2013

Makan Menggunakan Tangan atau Sendok?

Saat ini, makan menggunakan sendok dianggap lebih bagus. Apalagi untuk acara-acara tertentu, semuanya sudah disetting menggunakan sendok. Apalagi tidak perlu repot untuk mencuci tangan. Zaman sekarang maunya serba cepat.

Banyak yang beranggapan makan menggunakan tangan adalah kampungan. Ada juga yang beranggapan makan dengan sendok lebih higienis daripada langsung menggunakan tangan. Faktanya, makan dengan menggunakan tangan ternyata bisa lebih sehat daripada makan dengan sendok.

Hal ini dikarenakan pada tangan kita terdapat sebuah enzim, yakni enzim RNase yang dapat menurunkan aktivitas bakteri-bakteri patogen yang ada pada tangan kita ketika kita makan. Enzim RNase adalah enzim yang dapat mendepolarisasi RNA (asam nukleat). Sehingga ketika kita menyuap makanan dengan tangan, bakteri yang terdapat pada makanan dapat terikat oleh enzim Rnase yang dihasilkan di tangan kita. Tapi tentunya dengan catatan, tangan kita sudah dicuci terlebih dahulu dengan sabun hingga bersih dan higienis.

Enzim RNase terutama dihasilkan oleh tiga jari tangan kita (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah). Dengan makan menggunakan tiga jari tersebut – seperti yang diajarkan oleh Rasulullah – bakteri yang terdapat pada makanan yang masuk ke dalam sistem pencernaan akan diikat oleh enzim tersebut. RNA, terutama mRNA merupakan materi genetik yang mengkode suatu protein. Enzim RNase mendepolarisasi RNA mikroorganisme sehingga mikroorganisme dapat terhambat aktivitasnya. Sehingga bukan saja bakteri, tetapi juga virus, terutama virus RNA di mana RNA merupakan pertahanan pertamanya, dapat dihalau untuk berbuat hal-hal yang bisa merugikan tubuh kita.

Bagaimana dengan sendok? Sendok yang digunakan harus benar-benar dalam keadaan higienis. Perlu diingat bahwa udara dengan kondisi kelembaban tertentu dapat menjadi kondisi optimum untuk pertumbuhan bakteri dan uap air dapat menjadi medium perpindahan bakteri dari udara ke suatu benda (sendok misalnya). Bakteri-bakteri tersebut bisa datang dari mana saja, bahkan bisa jadi dari tubuh orang-orang yang ada di ruangan tersebut sebelum kita. Dan tidak menutup kemungkinan sendok yang kita gunakan untuk makan sudah “ditempati” oleh bakteri-bakteri yang ada di ruangan tersebut. Apalagi jika sendok tersebut tidak dicuci dengan bersih, seperti yang biasa tersajikan di rumah-rumah makan, bukannya higienis bisa jadi malah “memupuk” bakteri yang tinggal di sendok itu. Dan pada sendok tentunya tidak terdpat enzim Rnase seperti pada tangan.

Bagaimanapun, salah satu penelitian yang dilakukan oleh Dr Charles Gerba dari University of Arizona , mengatakan bahwa kita tidak mungkin menghalangi kuman dan bakteri masuk ke dalam lingkungan kita. Namun kita bisa memerangi kuman dengan cara mencuci tangan setiap sebelum dan selesai beraktivitas. Cairan pembersih masih dianjurkan karena fungsinya adalah menghancurkan membran sel bakteri sehingga aktivitasnya nyaris terhenti. Lagipula, tubuh sudah memiliki sistem kekebalan sendiri yang bisa dioptimalkan dengan berbagai cara.

Sunday, February 24, 2013

Perbedaan Malaria dan Demam Berdarah

aedes-aigypti
Persamaan malaria dan demam berdarah adalah keduanya disebabkan oleh nyamuk. sedangkan untuk perbedaannya: 

Pertama, Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina, sedangkan demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Gejala-gejala yang mirip antara kedua penyakit tersebut tersebut antara lain demam, sakit kepala, muntah, nyeri otot, pendarahan dan diare.
 

Kedua, penyebab malaria bukanlah virus seperti halnya demam berdarah, penyakit malaria diebabkan oleh parasit plasmodium yang menular akibat siklus kompleks di antara manusia dan nyamuk. Siklus tersebut dimulai dari seekor nyamuk menggigit manusia yang sudah terinfeksi dan mengambil parasit beserta darah yang kemudian menginfeksi nyamuk tersebut, nyamuk ini akan pergi dan menggigit sekaligus menyuntikan parasit tersebut kepada manusia lain.
 

Ketiga, masa inkubasi yang lebih panjang pada malaria (sekitar 1 – 3 minggu bahkan bulan sejak awal tertular) sedangkan virus demam berdarah memiliki masa inkubasi yang cepat 3-4 hari. Parasit malaria membutuhkan waktu untuk matang sebelum berkembang dan menginfeksi sistem tubuh manusia, dalam jangka waktu tersebut parasit hanya akan tinggal dalam sel darah manusia.

Keempat, malaria lebih banyak dijumpai di kawasan Afrika sedangkan demam berdarah banyak dijumpai di kawasan Asia Tenggara. Nyamuk anopheles suka berkembang biak di air tenang yang kotor, sedangkan nyamuk aedes aegypti suka berkembang biak di air tenang yang bersih.

Kelima, nyamuk anopheles betina keluar untuk mencari makan pada waktu senja, ataupun fajar, sedangkan nyamuk aedes aegypti keluar untuk mencari makan pada siang hari.

Keenam, demam berdarah dapat disembuhkan dengan istirahat yang cukup untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan asupan cairan yang cukup sangatlah penting. Sedangkan untuk malaria pengobatan harus dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasikan jenis parasit yang menginfeksi. 


Untuk itu kita perlu berhati-hati terhadap kedua jenis ini, walaupun malaria lebih banyak dijumpai di Afrika bukan berarti kawasan Indonesia bebas malaria, begitu juga dengan demam berdarah. Mencegah lebih baik daripada mengobati.